Jakarta, Harian Umum- Center for Budget Analysis (CBA) meminta KPK menelisik proyek renovasi Stadion Gelora Bung Karno (GBK), karena proyek senilai Rp3,2 triliun itu diduga bocor hingga Rp20 miliar lebih.
Menurut Koordinator Investigasi CBA Jajang Nurjaman melalui siaran tertulis kepada harianumum.com, Rabu (17/1/2018), proyek yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) itu dikerjakan sejak 2016 dan hingga 2018 ini masih berjalan.
"Proyek senilai Rp3,2 triliun itu terdiri dari 27 proyek. Yang bertanggung jawab sebagai penyedia adalah Satuan kerja Pengembangan Penataan Bangunan dan Lingkungan Strategis," katanya.
Berikut ke-27 proyek tersebut:
1. Pada tahun anggaran (TA) 2016 terdapat 9 proyek dengan pagu anggaran Rp50.509.170.000, namun yang dihabiskan Rp44.088.589.875.
2. Proyek multi years yang dikerjakan dalam dua TA (2016 dan 2017) sebanyak 7 proyek. Pagu anggaran Rp1.964.451.420.070, dan yang digunakan Rp1.731.631.982.199.
3. Proyek pada TA 2017 sebanyak 5 proyek dengan pagu anggaran Rp701.832.150.000 dan yang dihabiskan Rp579.159.240.100.
4. Proyek multi years yang dikerjakan dua tahun anggaran 2017 dan 2018 sebanyak 2 proyek dengan anggaran sebesar Rp249.400.000.000 dan yang digunakan Rp248.048.690.000.
"Hingga akhir 2017 total proyek yang dijalankan sebanyak 23 proyek dengan total pagu anggaran Rp2.966.192.740.070, dan yang dihabiskan mencapai Rp2.602.928.502.174," jelas Jajang.
5. Di TA 2018 terdapat 4 proyek yang ditargetkan rampung sebelum gelaran Asian Games dengan pagu anggaran Rp 320 miliar.
Secara keseluruhan, dari 2016 hingga 2018 anggaran yang dialokasikan pemerintah melalui Kemen PUPR untuk renovasi GBK mencapai Rp3.286.192.740.070 dan anggaran yang dihabiskan diperkirakan mencapai Rp2.9 triliun lebih.
Ke-23 proyek pada 2016-2017 dikerjakan oleh 19 perusahaan, terbanyak PT Adhi Karya (Persero)Tbk, yakni 3 proyek besar dengan nilai kontrak Rp1.155.706.290.100; PT Waskita Karya (Persero)Tbk sebanyak 2 proyek dengan nilai kontrak Rp597.683.242.000; dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk sebanyak 2 proyek dengan nilai kontrak Rp340.567.588.999.
Sisanya, 16 proyek, dikerjakan oleh 16 perusahaan.
Jajang menjelaskan, dari 23 proyek tersebut CBA menemukan potensi kebocoran sebesar Rp20.044.399.000.
"Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa proyek dengan nilai kontrak yang terlalu mahal. Contohnya untuk proyek Renovasi Stadion Madya, Lapangan Softball, Lapangan Baseball dan Gedung Basket yang dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Anggaran yang dihabiskan yang mencapai Rp212 miliar, lebih terlalu mahal. Padahal ada tawaran yang lebih ekonomis dari beberapa perusahaan lain, namun digugurkan Kemen PUPR," jelas Jajang lagi.
Ia menegaskan, potensi kebocoran ini harus menjadi perhatian KPK.
"Komisi antirasuah itu (juga) agar lebih ketat mengawasi jalannya proyek renovasi GBK," pungkas dia. (rhm)







