Jakarta, Harian Umum - Cara warga Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memprotes kondisi jalan kabupaten "yang dibiarkan rusak" selama 14 tahun memang unik, tapi juga nyeleneh.
Bayangkan, mungkin karena aspirasinya untuk jalan itu tidak pernah didengar pemerintah, termasuk oleh pemerintah Kabupaten Ciamis, warga "memaksa" Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi "menikmati sensasi" ketika melewati jalan itu, akan tetapi tentu saja cara "tak elok" ini membuat kepala Desa Cintajaya dan tokoh masyarakatnya tidak enak hati, sehingga meminta maaf kepada sang Gubernur.
"Perkara" konyol yang mengharu biru ini terungkap ketika video Dedi marah-marah saat berkunjung ke Ciamis, viral di media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Selasa (20/10/2026), peristiwa bermula ketika Dedi dan rombongan sedang menuju lokasi kunjungan kerjanya di Ciamis.
Saat rombongan menuju di jalan dalam wilayah Desa Cintajaya, rombongan diarahkan melalui sebuah jalan, dan ternyata jalan itu rusak parah, bahkan berlubang-lubang.
Setelah menempuh jalan rusak itu hingga cukup jauh, Dedi dan rombongan merasa ada yang janggal, karena tak kunjung sampai di tujuan. Mereka merasa dikerjai dan Dedi memerintahkan ajudannya agar putar balik ke arah semula.
Namun, di antara kemarahannya, agaknya Dedi sadar bahwa ini bentuk protes warga Cintajaya karena jalan itu telah 14 tahun dibiarkan rusak, tanpa tersentuh perbaikan.
"Saya tidak marah karena diprotes jalan jelek, (tapi) kalau disampaikan, "Pak, acaranya di sana", mungkin saya juga tidak marah," kata Dedi dikutip dari Tribun Jabar.
Konon, jalan rusak itu semula merupakan jalan desa, akan tetapi sejak 2023, statusnya dinaikkan menjadi jalan kabupaten, sehingga tanggung jawab pemeliharaan dan pembangunan fisiknya secara regulasi berada penuh di bawah wewenang Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Namun, kata Dedi, anggaran infrastruktur Pemkab Ciamis memang terbatas, hanya 2,3% dari total nilai APBD Kabupaten Ciamis yang mencapai Rp 2,2 triliun.
Selain itu, ada kendala lain, yaitu dana bagi hasil sebesar Rp 174 miliar per tahun selama dua tahun terakhir tertunda.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Jabar merancang program bantuan penanganan infrastruktur jalan kabupaten dan desa yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027. Khusus untuk jalan berstatus desa, Pemprov Jabar akan menyiagakan mobil pembuat beton yang ditempatkan di setiap kantor kecamatan.
Melalui skema ini, pemerintah desa cukup menyediakan pasokan material dasar, sementara armada dan standar mutu pengecoran didukung oleh pemerintah provinsi agar biaya pengerjaan menjadi lebih murah dan efisien.
Permintaan maaf
Tindakan warga Desa Cintajaya mengarahkan rombongan Dedi ke jalan tidak, membuat Kepala Desa Cintajaya, Warsito, panik, cemas dan lain-lain.
Melalui unggahan video yang di-posting Jumat (16/10/2026) Warsito beserta jajaran dan tokoh masyarakat menyampaikan penyesalan serta permohonan maaf yang mendalam kepada Dedi Mulyadi.
"Melalui video ini saya bersama perwakilan masyarakat ingin menyampaikan permohonan maaf dan menyampaikan harapan agar silaturahmi tetap terjaga," kata Warsito dalam rekaman video itu.
Warsito mengakui, mengelola komunikasi, kerukunan, serta ketertiban di wilayahnya merupakan tanggung jawab jajaran pemerintah desa. (man)


