Jakarta, Harian Umum - Tobaristani, putra Kepulauan Seribu yang selama ini aktif sebagai aktivis dan duduk sebagai anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, naik pangkat menjadi ketua lembaga itu.
Kenaikan "jabatan" tersebut diputuskan dalam rapat pleno FKDM di kantor Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2023).
Rapat yang dihadiri 10 anggota FKDM itu dilakukan karena ketua mereka, yakni Murnir Arsyad, mengundurkan diri.
Dan tak hanya itu, saat rapat pleno berlangsung, Ichwan Ridwan alias Boim juga mengundurkan diri posisi sebagai sekretaris FKDM DKI Jakarta.
Maka, selain memutuskan Tobaristani sebagai pengganti Munir, rapat pleno juga menetapkan Puriawan sebagai sekretaris FKDM pengganti Boim.
Sebelum rapat pleno digelar, anggota FKDM DKI Jakarta mendapatkan arahan dari Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta yang disampaikan oleh Sofiudin dan Yuda dari Bidang Kewaspadaan Kesbangpol DKI Jakarta.
Usai terpilih, Tobaristani mengatakan, sebagai intel-nya pemerintah, sejatinya FKDM wajib memaksimalkan tugas dan fungsi FKDM sesuai tingkatannya.
Misalnya, aktif dalam menjalankan tugas menjaring informasi dari masyarakat, dan berani melakukan mapping terkait segala persoalan di lingkungan, sehingga dalam jarak 200 meter harus tau apa dan bagaimana kondisi di lingkungan.
"Dan itu perlu kerjasama dengan baik," katanya.
Ia menyebut, ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang potensial muncul di masyarakat di antaranya adalah tawuran, bullying, kecelakaan di jalan, di sekolah, obat-obat terlarang, hingga masalah sosial seperti gelandangan, parkir liar, pengamen, manusia silver, manusia gerobak, dan lain-lain.
"Semua itu perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Karenanya, bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya kewaspadaan dini perlu dioptimalkan," kata dia. (rhm)







