Jakarta, Harian Umum - Dalam rencana alih bentuk servis dan pengendalian sekalian usaha ke arah 100 % lingkup servis air bersih untuk masyarakat Jakarta pada tahun 2030, PAM JAYA bekerja sama dengan Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB).
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menjelaskan jika, bekerja sama ini dipandang penting karena dari sisi quality kontrol pihak ITB bisa menganalisis ketidakberhasilan susunan untuk ketahui material yang dipakai pada masa silam. Dan, supaya bisa menghambat risiko ketidakberhasilan.
Dia meneruskan, PAM JAYA merasa perlu untuk mengikutsertakan beberapa pihak yang mempunyai kapabilitas untuk lakukan pemantauan itu, ingat sampai tahun 2030 ke depan PAM JAYA akan memasangkan pipa sepanjang 7.000 km
"PAM JAYA perlu mengikutsertakan akademiki agar bisa menolong dalam pemercepatan peluasan dengan jumlah yang banyak dengan periode waktu yang relatif cepat dan kerja sama dengan ITB ini bukanlah cuma untuk quality kontrol pipa yang hendak baru dipasang tetapi termasuk juga rehabilitas pipa eksisting kita," sebut Arief.
Disamping itu, dalam kerja sama dengan ITB, PAM JAYA bisa manfaatkan ketrampilan dan pengetahuan dari ITB untuk lakukan quality kontrol pada infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibuat. Bersama ITB bisa mengikutsertakan periset, akademiki, dan mahasiswa dalam peningkatan tehnik dan metodologi untuk pastikan jika infrastruktur SPAM penuhi standard yang sudah diputuskan.
Quality kontrol adalah sesuatu sistem yang dipakai untuk pastikan jika infrastruktur yang dibuat sesuai standard yang ditetapkan dan penuhi keperluan pemakai. Dalam kerangka SPAM, quality kontrol penting untuk jamin jika air yang disiapkan aman, berkualitas, dan bisa dimakan oleh warga tanpa berbahaya untuk kesehatan.
"Keinginannya ialah ada terhubungnya kerja sama yang sama-sama memberikan keuntungan di antara PAM JAYA dan perguruan tinggi dalam industri air minum perpipaan. PAM JAYA mengharap penelitian-riset yang berada di perguruan tinggi dan pengetahuan dari beberapa pendidik dan mahasiswa bisa berperan pada perkembangan industri SPAM dan membuat pengalaman praktikal baru di perkurahan tinggi," ucap Untung. ***






