Jakarta, Harian Umum - Petinggi Partai Gerindra membantah adanya hubungan khusus antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya.
Isu tentang hubungan itu kencang berhembus setelah Prabowo memberi kejutan untuk Teddy pada perayakan ulang tahunnya yang ke-37 pada 14 April 2026, di sela-sela kunjungan kenegaraan Prabowo di Prancis, karena momen ini dinilai publik terlalu istimewa dan tidak biasa bagi seorang presiden terhadap bawahannya.
"Isu miring itu tidak benar, saya tahu persis. Bukan karena saya orang Gerindra, tetapi karena saya tahu bahwa hubungan mereka tidak sebagaimana isu yang beredar," kata Ketua Bidang Hukum Bisnis dan Ekonomi DPP Partai Gerindra, Henoch Thomas, dalam Ngopi (ngobrol Pintar) bertajuk "NKRI Berdaulat, Krisis Multidimensi Menhantui Masa Depan Indonesia, Terus Kita Mau Apa?", di kawasan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).
Diskusi yang diselenggarakan Aktivis Perubahan Indonesia (API) ini selain menghadirkan Thomas sebagai narasumber, juga menghadirkan narasumber lain seperti Daeng Wahidin, Muslim Arbi, Standarkia Latief, dan Ishaq Rafiq.
Aktivis senior yang juga advokat, M Nur Lapong, bertindak sebagai moderator.
Menurut Thomas, Teddy merupakan orang profesional yang bekerja sesuai tugas dan fungsinya.
"Seskab itu pembantu presiden, dan Pak Teddy melakukan yang terbaik, juga untuk bangsa ini," katanya.
Thomas menjelaskan bahwa Prabowo dan Teddy sangat dekat karena sudah kenal sejak masa kampanye.
Thomas juga membantah kalau Teddy "membentengi" Prabowo dengan sedemikian rupa, sehingga tidak ada yang bisa bertemu dan berkomunikasi dengan Prabowo, jika tanpa seizin Teddy.
"Tidak, itu tidak benar. Pembantu presiden kan bukan Seskab saja, dan mereka bisa bertemu serta berkomunikasi dengan Pak Prabowo," katanya.
Ia berharap kepada pihak-pihak yang menghembuskan isu tidak sedap tentang hubungan Prabowo dan Teddy, berhenti menyebarkan isu itu.
"Saya jamin isu itu tidak benar," tegasnya. (rhm)







